Fashion

Makna Tersembunyi di balik 5 Batik Populer di Indonesia

Akhir-akhir ini, batik menjadi perbincangan di seluruh dunia. Indahnya dari setiap motif-motif yang terukir di berbagai macam produknya, baik itu pakaian, topi, furniture, dan masih banyak lagi yang berhasil menarik perhatian para masyarakat lokal maupun mancanegara. Namun, motif-motif tersebut bukanlah sembarang di ukir saja. Kenapa demikian?

Tentu saja karena setiap motifnya memiliki arti tersendiri, tergantung dari daerah atau kota pembuatannya. Seperti yang telah kita ketahui, batik bukanlah berasal dari 1 atau 2 daerah saja, melainkan hampir seluruh wilayah di Indonesia menghasilkan macam-macam batik. Jadi tidak heran kalau batik memiliki maknanya masing-masing.

1. Batik Parang

Kalau membicarakan batik yang paling tua, batik Paranglah yang paling tua. Batik yang berasal dari daerah Jawa ini memiliki arti jangan pantang menyerah. Perhatikan saja ukiran batiknya, terlihat seperti ombak, bukan? Motif itulah yang menggambarkan ombak yang berderu kencang tidak pernah berhenti, seperti halnya semangat kita yang berkobar haruslah jangan pernah menyerah.

Kalau sekarang sudah banyak jenis batik Parang yang diperbolehkan dipakai oleh berbagai kalangan, zaman dulu sedikit sekali jenis batiknya yang bisa dikenakan oleh masyarakat umum. Contohnya saja seperti batik Parang Barong yang boleh digunakan hanya untuk kalangan raja-raja saja, apalagi makna Barong menunjukkan suatu yang diagungkan (raja).

2. Batik Truntum

Batik Truntum ternyata memiliki kisah yang cukup sedih dibaliknya. Pada zaman dulu, seorang ratu yang bernama Ratu Beruk sangatlah sedih karena suaminya, Pakubuwono III, ingin menikah lagi dengan selirnya. Ratu Beruk yang saat itu sedang bersedih dengan keputusan suaminya, kemudian mengukir motif Truntum setelah melihat bintang-bintang.

Setelah motif yang dibuatnya jadi, suaminya yang melihatnya pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk menikah lagi, karena sadar akan ketulusan cinta Ratu Beruk. Maka dari itulah, tidak jarang orangtua yang memiliki tradisi Jawa, memberikan batik Truntum untuk anaknya yang akan menikah, dengan mengartikan ketulusan cinta yang tanpa syarat dan batas.

3. Batik Mega Mendung

Mungkin Anda yang berasal dari daerah Cirebon pasti sudah tidak asing lagi dengan batik yang satu ini. Ya, batik yang sangat populer di masyarakat Indonesia ini memang berasal dari Cirebon dan memiliki makna yang cukup dalam bagi pemakainya.

Mega di sini diartikan sebagai langit atau juga bisa awan dan mendung artinya langit atau awan yang gelap. Kalau Anda lihat ukiran batiknya, terlihat jelas bentuk awan yang memutar-mutar yang memiliki warna gradasi. Jika dimaknai, batik ini menunjukkan rasa sabar yang luar biasa dan tidak mudah terpancing emosi dalam setiap keadaan apapun.

4. Batik Kawung

Tidak sedikit ukiran batik memiliki bentuk yang menyerupai tumbuhan alam, termasuk batik Kawung yang bermotif buah-buahan kawung, jadi tidak heran kalau batik ini diberi nama batik Kawung. Di beberapa daerah, mungkin kawung lebih dikenal mirip dengan buah kelapa atau buah kolang-kaling. Adapula yang motifnya menyerupai bunga lotus dan bentuknya seperti daun 4 lembar yang sedang bermekaran.

Di batik ini, ukiran-ukiran tersebut semuanya tertata sangat rapi bahkan ada yang bergeometris. Makna dibalik batik yang berasal dari Jawa ini adalah adanya usaha keras yang telah dilakukan pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan. Artinya lainnya yaitu pengharapan untuk semua orang agar tidak lupa dengan asal usulnya.

5. Batik Sekar Jagad

Batik yang terkenal di daerah Yogya dan Solo ini mencirikan motif pedalaman yang sangat kental. Di dalam nama sekar, yaitu kar (bahasa Belanda) diartikan sebagai peta. Jadi, ukirannya memberikan makna kebaikan dalam suatu perbuatan.

Yang menggunakan batik ini tidak sembarang kalangan, karena hanya diperbolehkan untuk kalangan istana, seperti keluarga keraton atau perawat maupun dukun istana.

Meskipun tidak semua batik bisa kita kenakan, setidaknya kita harus berbangga karena batik telah menjadi bukti fashion Indonesia dapat masuk ke kelas dunia. Kalau Anda, batik apa yang sering dipakai?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *